Rabu, 30 September 2015
ANTARA BAKTI DAN PENGABDIAN
Dengan lesu Ryan naik ke atas mobil truk bersama teman-temannya. Hari ini sebanyak 2 truk anggota sat-pol PP dikerahkan untuk melakukan penggusuran PKL di kawasan kota tua. Ini adalah tugas pertama Ryan sejak dia diterima menjadi anggota sat-pol PP tiga hari yang lalu.
Sepanjang perjalanan, Ryan berkali-kali mencoba menghubungi seseorang lewat ponselnya. Keringat dingin membasahi wajahnya yang terlihat sangat cemas, manakala telponnya tidak di angkat-angkat.
'Dek, ayo angkat! Kita harus bantu ibu!' teriak hati Ryan berkali-kali sambil terus menekan nomer telpon adiknya.
"Ayo, turun! Turun! Tertibkan semua lapak di sini!" teriak komandan sat-pol PP memberi perintah.
Ryan bergegas turun dan langsung berlari ke arah para pedagang kaki lima yang sudah kalang kabut menyelamatkan barang dagangan mereka. Mata Ryan yang tajam mencoba mencari ibunya, yang hari ini berjualan soto di kawasan kota tua ini. Ryan merasa hatinya bagai diiris sembilu, manakala melihat sosok yang dicarinya tengah bersimpuh sambil mendekap sebuah bakul nasi. Lutut wanita tua itu tampak mengeluarkan darah segar.
***
Antara berbakti dan pengabdian.
Sisahkan tanya pada setiap insan.
Kami bukanlah hewan-hewan buruan.
Hanya ingin mencicipi manisnya kue kemerdekaan.
Dimana kami bisa menikmatinya Tu(h)an.
Jika bukan hanya dipelataran jalan.
Sementara mall dan swalayan tak sanggup kami impikan.
Bagai punguk merindukan bulan.
***
"Jangan ambil dagangan saya, Pak. Saya mohon, Pak ... jangan ambil, Pak ...."
"Makanya, kalau sudah di kasih peringatan itu jangan bandel!" teriak dua orang anggota sat-pol PP sambil mengangkut barang-barang lainnya.
"Ibu ...." Ryan berlari menghampiri ibunya. Dipeluknya tubuh wanita yang telah membesarkannya itu.
"Ryan? Kamu juga ada di sini, Nak?"
"Ibu, maafkan Ryan. Ryan tidak tahu kalau tempat ini akan ditertibkan."
"Tidak apa-apa, Nak. Ibu tidak menyalahkanmu. Lakukanlah tugasmu dan ibu akan selalu bangga padamu." Perlahan sang ibu melepaskan pelukan Ryan dan berjalan tertatih menjauhi kawasan kota tua, sambil mendekap bakul nasinya.
Chiayi, 18 September 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar