Menjemput Maut
Penulis: Disyak Ayummy
Tak! Tak! Tak!
Aku menggeliat, saat kurasakan sakit yang teramat sangat pada kedua telapak tanganku. Rasa sakit itu begitu cepat merambati serta meluluhlantakkan seluruh tulang dan persendian tanganku. Sepertinya mereka sedang memaku telapak tanganku pada sebuah kayu. Namun, tak ada yang bisa aku perbuat untuk menghentikan perbuatan mereka--suamiku dan wanita simpanannya, Elena.
Tiga hari sudah aku dikurung di gudang, tanpa makanan dan minuman. Kedua kakiku di rantai, kedua kelopak mata dan bibirku dijahit. Kadang aku dipukuli, disayat, lalu disiram dengan air garam.
Sejak kehadiran Elena di rumah ini sebulan lalu, bukan hanya kehidupan rumahtanggaku yang hancur, tapi dia juga berniat menyingkirkan aku dari rumah ini.
"Mmhh ...," leguhku menahan sakit.
"Tuh, benar, kan, apa kataku. Istrimu ini adalah titisan iblis. Buktinya, sudah kita siksa kayak gini, masih saja tetap hidup. Pantas saja karirmu tidak bagus, di kantor." Suara Elena samar terdengar. Ternyata dia sudah berhasil menghasut suamiku dengan karangan mistiknya, tentangku.
"Apa tidak sebaiknya langsung kita bunuh saja dia, supaya aku lekas naik jabatan?"
"Sabar, Sayang. Biarkan aku bermain-main sebentar dengannya. Aku ingin tahu, sekuat apa dia bisa bertahan."
Dug!
Kurasakan sesuatu yang keras menghantam kepalaku sebelum langkah kaki mereka terdengar menjauh. Perlahan kepalaku terasa semakin berat, dada sesak, dan aku sulit bernapas. Kedua tangan dan kakiku pun mati rasa.
'apakah aku akan mati? Kalau memang ini akhir hidupku, permudah aku menuju jalan-Mu ya Allah.' Aku terus berdoa dalam rasa sakit yang semakin menyiksa. Dalam kepasrahan menjemput maut, tiba-tiba kurasakan ada yang mengangkat tubuhku.
"Ya, Allah, Mbak Dhiaz! Cepat, Pak! Cepat bawa ke rumah sakit!"
Suara-suara itu semakin samar seiring rasa sakit yang tiba-tiba hilang. Kini aku merasa tubuhku ringan, melayang, tanpa rasa sakit. Aku bahkan bisa melihat para polisi dan keluargaku yang tengah membopong ragaku ke dalam ambulan. Juga suamiku dan Elena yang digiring ke mobil polisi.
Chiayi, 17 November 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar