Rabu, 17 Juni 2015
MULAS
By: Disyak Ayummy
Sore itu suasana kantin tidak terlalu ramai tapi terasa menyesakkan buat Siena. Tubuh Siena bergetar dan keringat dingin membasahi keningnya saat Arkha dan kedua temannya berjalan mendekatinya.
"Siena, kamu grogi, ya, mau ketemu Arkha? Ayo, ngaku! Kamu kan udah lama naksir sama tuh cowok," ledek Keeran, sahabat dekat Siena.
"Bu-bukan begitu, tapi saat ini bukan waktu yang tepat, sebab ...." Siena semakin salah tingkah. Apalagi saat Arkha tiba-tiba duduk di sampingnya, wajah Siena terlihat pucat. Keeran yang melihat perubahan sikap sahabatnya itu, hanya bisa tersenyum.
"Hai, Siena, apa kabar? Kata Keeran kamu mau ngomong sesuatu denganku. Soal apa?" tanya Arkha dengan senyumnya yang menggoda.
"Eh, iya, tapi ... tapi tidak sekarang. Ka-karena ... maaf, aku pergi dulu." Dengan gugup Siena beranjak dari tempat duduknya diikuti suara yang tidak asing yang keluar dari pantat Siena.
Duutt ... duutt ... brut.
Arkha, Keeran, dan teman-temannya langsung menutup hidung mereka dari aroma yang memabukkan.
Chiayi, 17 Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar