Rabu, 24 Juni 2015
Pekerjaan Pertamaku
Setelah sekian lama ke sana ke mari mencari kerja, akhirnya aku mendapat panggilan kerja di sebuah pabrik garment, PT. AMT. Dari keterangan staf HRD lewat telepon, aku diterima di bagian finishing. Saking bahagianya aku langsung memberitahu pada bapak dan ibu kalau aku sudah diterima kerja. Mereka pun membuat sebuah syukuran kecil atas keberhasilanku diterima kerja.
"Selamat, ya, Nduk. Akhirnya kamu dapat kerjaan. Tidak sia-sia ibu menyekolahkan kamu tinggi-tinggi," sambut ibu dengan penuh bahagia.
"Pokoknya gaji pertama nanti, aku traktir Bapak sama Ibu makan bakso di dekat palang kereta," ucapku penuh semangat pada kedua orangtuaku.
Pagi-pagi sekali aku sudah mempersiapkan diri dengan baju hitam-putih. Aku tidak mau terlambat di hari pertama kerjaku. Bayang-bayang lulus training dan memakai seragam resmi perusahaan, serta menerima gaji ratusan ribu tiap bulannya, membuat bibirku tidak berhenti tersenyum.
Setelah diabsen di pos satpam, aku dan para karyawan baru lainnya digiring menuju salah satu gedung produksi. Di depan pintu masuk, sudah berdiri kepala HRD dan seorang supervisor bagian finishing.
"Selamat datang dan selamat bergabung dengan perusahaan kami. Kalian semua yang ada di sini, akan membantu bagian finishing untuk memotong benang sisa di garment. Sistem kerja kalian adalah borongan. Berapa hasil kalian setiap hari, akan dikalikan harga potong benang tiap garment," kata superior menjelaskan sistem kerja kami.
Aku yang awalnya penuh semangat ingin segera bekerja, seketika langsung berubah jadi lemas. Ternyata aku hanya diterima sebagai tenaga borongan, bukan karyawan kontrak apalagi karyawan tetap. Bagaimana harus aku jelaskan pada bapak, ibu, dan juga para tetangga jika aku hanya diterima sebagai tenaga borongan?
Chiayi, 23 Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar