Senin, 18 Mei 2015

Manusia Purba



Tidak seperti biasanya, malam ini Talita merasa ngantuk sekali. Padahal jarum jam baru menunjukkan pukul setengah delapan malam. Talita mencoba menggeleng-gelengkan kepala saat pandangannya mulai kabur dari lembar buku pelajarannya. Namun, Talita tetap berusaha fokus belajar. Dia tidak mau mendapatkan nilai jelek pada ulangan Sejarah besok pagi.

 Tiba-tiba Talita di kejutan dengan sesosok bayangan yang melintas di dekatnya. Sesaat dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar, tapi tak dia dapati siapapun, kecuali dia sendiri.

 Talita kembali mencoba fokus pada buku pelajarannya. Namun, tiba-tiba gambar manusia purba yang memegang tongkat di dalam bukunya, terlihat bergerak. Tubuhnya yang berukuran kecil langsung meloncat menerkam Talita dengan tongkatnya. Makhluk purba kecil itu langsung menusuk telapak tangan Talita dengan tongkatnya sampai berdarah. Reflek Talita menarik tangannya dari sisi buku. Namun sepertinya terlambat. Mahkluk purba itu kini telah meloncat ke lengannya, dan dalam sekali lompatan, manusia purba itu kini sudah berada di pundak Talita, dan menancapkan tongkatnya pada leher Talita.

 "Aaaa ...!" Talita menjerit sambil memegangi lehernya yang mengucurkan darah segar. Talita jatuh terkapar, mengelepar di lantai bermandikan darah. Tiba-tiba makhluk manusia purba itu sudah berdiri di wajahnya, dan siap menancapkan tongkatnya ke mata Talita.

 "Tidaakk ...!" teriak Talita sambil menutup matanya.

 "Talita, bangun, Sayang. Katanya belajar, kok malah tidur." Talita mencoba membuka matanya, dan dilihatnya sang mama sudah berdiri di sampingnya.

 "Ma, Talita mimpi buruk lagi," kata Talita sambil memeluk mamanya.

 "Kamu pasti belum sholat isya, kan? Makanya mimpi buruk," kata mama sambil mengelus rambut Talita.

 Chiayi, 7 Mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar