Minggu, 31 Mei 2015

POSESIF



"Arrgghh ...!!" teriak Della saat Ardy, suaminya mendorong tubuhnya dengan kuat hingga dia tersungkur di atas sofa.

"Dasar wanita jalang! Berani sekali kau berselingkuh di belakangku!" bentak Ardy dengan amarah yang membara. Tangan kanannya melayang ke arah pipi Della.

Plak! Plak!

"Aaa!"

Della kembali menjerit dan memegang kedua pipinya yang kemerahan. Perih. Darah segar terlihat mengalir dari sudut bibirnya.

"Apa maksudmu, Mas? Aku tidak pernah berselingkuh di belakangmu."

"Masih tidak mau ngaku juga, Kau! Ngapain kamu ke pasar pakai dandan segala? Terus pulangnya pakai di antar mantan pacarmu, Si Jeffry! Kamu ada main sama dia, kan?" cerca Ardy.

"Sumpah, Mas, saya tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Bang Jeffry. Kebetulan tadi Bang Jeffry dari bengkel dan nawarin pulang bareng karena kita satu arah." Della berusaha menjelaskan kejadian yang terjadi tadi pagi. Namun, suaminyayang sudah dirasuki rasa cemburu buta, tetap tidak bisa menerima.

"Alaah ... itu, kan, alasanmu saja untuk membohongiku!"

Della beringsut saat Ardy mendekatinya. Wanita itu langsung mengiba ketika tangan kiri Ardy menjambak rambutnya, sedangkan tangan kanan mencekik lehernya.

"Arg- amm-puuhhnn, Maass ...," pinta Della sambil mencoba menjauhkan tangan Ardy.

"Aku peringatkan kamu, ya. Sekali lagi aku lihat kamu bersama Jeffry, aku tidak akan segan-segan membunuhmu. Kamu istriku, milikku seorang. Tidak akan kubiarkan Si Jeffry atau laki-laki lain memilikimu. Mengerti!"

"Mme-nger-thii, Mas ...," jawab Della di antara napasnya yang hampir putus.

Ardy kembali menghempaskan tubuh istrinya sebelum berlalu dan masuk ke kamar. Sementara Della hanya bisa menangis setelah lepas dari cengkeraman suaminya yang posesif.



Chiayi, 2015



Tidak ada komentar:

Posting Komentar